Hot Todays

Jumat, 01 November 2019

Seperti Ini Ciri-ciri Bayi Tumbuh Gigi

Seperti Ini Ciri-ciri Bayi Tumbuh Gigi - Alodokter

Sahadewi.Co.Id - Umumnya, gigi pertama bayi akan tumbuh saat usianya menginjak 4-6 bulan. Orangtua perlu mengenali ciri-ciri bayi tumbuh gigi, karena tidak jarang orang tua bingung ketika bayi tiba-tiba lebih rewel dari biasanya.

Ciri-ciri bayi tumbuh gigi berbeda antara satu bayi dengan bayi lainnya. Demikian pula rasa tidak nyaman yang ditimbulkan. Sebagian bayi hanya merasa tidak nyaman selama beberapa hari, namun ada pula yang merasakannya hingga beberapa bulan akibat gigi tumbuh secara berbarengan.

Mengenali Cirinya dengan Mudah

Agar Anda tidak bingung apakah bayi rewel karena tumbuh gigi atau karena penyebab lain, sebaiknya Anda mengetahui ciri-ciri bayi tumbuh gigi, yaitu:
  • Gusi bengkak
Untuk mencari tahu apakah bayi Anda benar mengalami tumbuh gigi, cobalah untuk membuka mulutnya secara perlahan. Bayi yang sedang tumbuh gigi, umumnya mengalami gusi bengkak, merah, dan mungkin tampak memar. Apalagi jika terlihat adanya gigi yang muncul secara samar di dalam gusi yang sedang meradang tersebut.
  • Menggigit dan mengisap barang di sekitarnya
Bayi tumbuh gigi biasanya suka menggigit atau mengisap benda yang ada di dekatnya, seperti menggigit mainan ataupun gendongan bayi. Ini dilakukannya sebagai respon gusi yang terasa gatal.
  • Banyak mengeluarkan air liur atau ngeces
Tidak diketahui alasan tumbuh gigi menyebabkan produksi air liur bertambah. Kemungkinan produksi air liur yang berlebih terjadi karena peningkatan gerak otot di mulut selama tumbuh gigi terjadi. Hal ini memicu kinerja kelenjar ludah menjadi lebih aktif, sehingga produksi air liur menjadi lebih banyak dari biasanya.
  • Ruam di sekitar mulut
Sebagian bayi dapat mengalami ruam di sekitar mulut. Ini terjadi karena produksi air liur berlebih dapat membuat area sekitar mulut menjadi lembap. Jika Anda melihat air liur sudah membasahi area sekitar mulut bayi, segera bersihkan dengan lap atau tisu bersih untuk membantu mencegah ruam.
  • Tidak nafsu makan
Ciri-ciri bayi tumbuh gigi lainnya adalah mengalalami penurunan atau tidak nafsu makan. Bahkan pada sebagian anak, kondisi ini membuat mereka menolak untuk makan dan minum sama sekali.
  • Rewel di malam hari
Bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung akan menjadi lebih rewel atau sulit tidur di malam hari. Sebab, laju pertumbuhan gigi akan mengalami peningkatan pada waktu malam.
  • Demam
Peradangan gusi yang terjadi saat gigi bayi mulai tumbuh bisa menyebabkan bayi mengalami demam. Demam saat tumbuh gigi umumnya tidak lebih dari 38 derajat Celsius. Sebaiknya periksakan bayi ke dokter jika demam melebihi suhu tersebut atau berlangsung lebih dari dua hari.

Cara Menenangkan Bayi yang sedang Tumbuh Gigi

Untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat tumbuh gigi pada bayi, Anda bisa melakukan berbagai macam hal sederhana di rumah, seperti:
  • Gosok gusi bayi yang tumbuh atau meradang secara perlahan dengan jari ataupun kain yang lembut dan bersih agar bayi merasa lebih nyaman.
  • Berikan bayi teether atau mainan khusus yang dapat digigit. Anda bisa memasukkan teether terlebih dahulu ke dalam kulkas selama beberapa waktu sampai teether menjadi dingin, sehingga dapat lebih mengurangi rasa gatal dan rasa tidak nyaman.
  • Untuk bayi usia 6 bulan, Anda dapat memberikan potongan apel atau makanan lain yang telah didinginkan. Hal ini dapat mengurangi rasa tidak nyaman, sambil tetap diawasi dengan baik agar bayi tidak
Perhatikan ciri-ciri bayi tumbuh gigi, agar Anda dapat menyikapinya dengan tepat. Jika bayi belum tampak gigi pertama setelah usia 9 bulan, jangan buru-buru khawatir. Selama pertumbuhan tulang, kulit, dan rambutnya berjalan normal, sebenarnya tak ada yang perlu dirisaukan. Namun, sebaiknya konsultasi ke dokter gigi apabila hingga usia 18 bulan bayi tak kunjung tumbuh gigi.


Sumber : Alodokter 

Rabu, 30 Oktober 2019

Antisipasi Bahaya Kekurangan Kalium dari Sekarang

Antisipasi Bahaya Kekurangan Kalium dari Sekarang - Alodokter

Sahadewi.Co.Id - Kekurangan kalium atau hipokalemia adalah kondisi saat kadar kalium dalam tubuh berada di bawah batas normal. Jika tubuh kekurangan mineral ini, dapat terjadi sejumlah gangguan kesehatanOleh karena itu, asupan kalium perlu tercukupi sesuai jumlah yang direkomendasikan setiap harinya.

Kalium atau potasium merupakan salah satu jenis mineral dan elektrolit yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Tak hanya itu, kalium juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung, mengatur kerja otot dan saraf, serta membawa nutrisi yang diserap tubuh menuju sel.
Meski penting bagi tubuh, namun tubuh tidak mampu memproduksi kalium sendiri, sehingga asupan kalium hanya dapat diperoleh dari makanan dan minuman. Angka kebutuhan kalium tiap orang berbeda dan umumnya disesuaikan dengan usia, yaitu:
  • Anak usia 1-3 tahun berkisar 3.000 mg per hari.
  • Anak usia 4-6 tahun sekitar 3.800 mg kalium per hari.
  • Remaja dan orang dewasa membutuhkan kalium sebanyak 4.500-4.700 mg per hari.
  • Ibu menyusui setidaknya 4.700-5.000 mg per hari.
Dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, kadar kalium dalam tubuh seharusnya sudah dapat terjaga dalam kisaran normal. Namun, ada beberapa kondisi dan penyakit yang bisa menyebabkan seseorang kekurangan kalium, seperti:
  • Diare berat atau diare yang berlangsung lama (diare kronis).
  • Muntah-muntah.
  • Penyakit tertentu, seperti kelainan tiroid, gangguan hormon, sindrom Cushing, dan gagal ginjal kronis.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat diuretik, obat pencahar, insulin suntik, obat asma, atau antibiotik tertentu.
  • Gangguan makan, seperti bulimia.
  • Terlalu banyak berkeringat.
  • Rendahnya kadar magnesium atau hipomagnesemia.

Hal yang Terjadi Bila Tubuh Kekurangan Kalium

Kadar kalium dalam darah normalnya berkisar antara 3,6-5,0 mmol/L. Jika kadar kalium dalam darah kurang dari 3,5 mmol/L, bisa dikatakan bahwa tubuh kekurangan kalium. Dan jika kadarnya kurang dari 2,5 mmol/L, Anda perlu waspada, karena kondisi ini bisa membahayakan kesehatan dan perlu mendapatkan penanganan secepatnya.
Jika kadar kalium Anda sedikit lebih rendah dari normal, Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apa pun. Gejala biasanya baru muncul ketika tubuh kekurangan kalium dalam jumlah banyak. Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa muncul akibat kekurangan kalium:
  • Palpitasi atau jantung berdebar. Pada kasus yang berat, kekurangan kalium bisa menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia).
  • Kesemutan atau mati rasa.
  • Konstipasi.
  • Otot tubuh melemah atau kram.
  • Sesak napas.
  • Tubuh terasa lelah.
Untuk mengetahui apakah kadar kalium dalam tubuh berada di batas normal atau tidak, Anda bisa menjalani pemeriksaan ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah dan urine, untuk memeriksa kadar elektrolit tubuh, termasuk kadar kalium.

Langkah-Langkah Mengatasi Kekurangan Kalium

Kekurangan kalium bisa dicegah dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung kalium tinggi. Jenis makanan tinggi kalium mudah ditemukan dan dapat Anda masukkan sebagai bagian dari menu makan sehari-hari. Beberapa makanan yang mengandung banyak kalium antara lain:

1. Kentang

Kentang merupakan salah satu makanan dengan sumber kalium tinggi, yaitu sekitar 600 mg kalium dalam 1 buah kentang berkuran sedang. Anda bisa mengonsumsi kentang dengan cara yang sehat, seperti memanggang atau mengukus kentang bersama dengan kulitnya.

2. Tomat

Tomat segar merupakan salah satu sumber kalium. Dalam 1 buah tomat terkandung sekitar 300 mg kalium. Akan tetapi, kandungan kalium yang lebih tinggi justru terdapat di saus tomat atau tomat yang sudah dikeringkan.

3. Kacang merah

Dalam secangkir atau sekitar 100 gram kacang merah, terkandung kurang lebih 600 mg kalium. Jenis kacang lain yang juga kaya akan kalium adalah kacang kedelai, lentil, dan kacang mete.

4. Pisang

Selain kaya akan kandungan karbohidrat dan serat, pisang ternyata juga mengandung kalium yang baik untuk tubuh. Dalam satu buah pisang terkandung sekitar 400 mg kalium. Buah-buahan segar dengan kalium tinggi lainnya yang bisa Anda konsumsi adalah aprikot, alpukat, melon, kiwi, jeruk, dan stroberi.

5. Makanan laut

Sebagian besar jenis seafood memiliki kandungan kalium tinggi, terutama ikan kakap, tuna, dan salmon. Meski demikian, Anda perlu berhati-hati dalam mengonsumsi ikan laut. Pastikan ikan yang dikonsumsi tidak memiliki kandungan merkuri tinggi. Selain itu, hindari mengolah ikan dengan cara menggoreng.
Jika Anda memiliki penyakit tertentu yang dapat mengurangi jumlah kalium dalam tubuh, dokter mungkin akan memberikan suplemen kalium untuk memperbaiki kadar kalium dalam tubuh Anda. Hal ini bertujuan untuk mencegah berbagai bahaya kekurangan kalium.
Namun ingat, apabila Anda mengonsumsi suplemen kalium, pastikan dosisnya sesuai dengan yang telah dianjurkan dokter, sebab kelebihan kalium (hiperkalemia) juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Untuk memastikan bahwa Anda tidak mengalami kekurangan kalium, berkonsultasilah dengan dokter. Selain memeriksa kadar kalium dalam darah Anda, dokter juga akan menyarankan pola makan yang sehat untuk menjaga kadar kalium, serta memberikan suplemen kalium bila diperlukan.


Sumber : Alodokter

Hindari 4 Diet Ekstrim Ini

Hindari 4 Diet Ekstrim Ini - Alodokter

Sahadewi.Co.Id - Memiliki tubuh langsing sering kali menjadi dambaan kaum wanita. Namun, jangan sampai salah langkah dengan mengadopsi berbagai diet ekstrim yang justru berisiko mengganggu kesehatan Anda.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan kelebihan lemak di dalam tubuh adalah dengan menjaga pola makan atau diet. Ada banyak jenis diet yang bisa dilakukan, namun jangan sembarangan memilih jenis diet. Sebab, pola diet yang salah justru akan menyebabkan dampak buruk bagi kondisi kesehatan Anda.

Diet Ekstrim yang Harus Dihindari

Agar diet Anda aman dan tidak menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari, sebaiknya Anda menghindari beberapa jenis diet ekstrim di bawah ini:

Diet cacing pita

Diet ini tergolong ekstrim karena dilakukan dengan cara menelan telur cacing pita. Kemudian cacing pita dibiarkan menetas dan tumbuh dewasa hingga mengonsumsi makanan yang ada di dalam usus induk semangnya. Setelah berat badan menurun, cacing pita bisa dikeluarkan dengan obat cacing.
Diet ini sebaiknya dihindari karena telur cacing pita dapat berpindah ke berbagai bagian tubuh lain, hingga menyebabkan masalah yang dapat mengancam jiwa. Contohnya jika cacing pita masuk otak, Anda bisa mengalami sakit kepala, kebingungan, kejang, hingga kematian.

Diet sup kol

Orang-orang yang melakukan diet sup kol meyakini bahwa berat badan bisa turun sekitar 4,5 kg dengan makan sup kol untuk sarapan, makan siang, dan makan malam selama seminggu. Sup kol dimakan setiap hari dengan sayuran dan buah-buahan tertentu, 4-8 gelas air putih dan multivitamin.
Diet sup kol bisa saja membuat berat badan cepat turun, tetapi cara tersebut tidak sehat dan berbahaya. Tidak ada ahli kesehatan yang mendukung diet ekstrim ini. Jika Anda melakukannya, belum tentu berat badan Anda turun. Yang terjadi justru Anda akan merasa sangat kelaparan.

Diet 500 kalori

Seperti namanya, diet ekstrim ini hanya memperbolehkan penganutnya untuk mengonsumsi makanan sebanyak 500 kalori setiap hari. Cara ini tergolong ekstrim karena mengharuskan Anda untuk mengurangi jumlah makanan yang Anda konsumsi setiap hari.
Diet ekstrim semacam ini biasanya ditujukan untuk mereka yang sangat gemuk dan tidak mampu untuk menurunkan berat badan setelah mencoba berbagai jenis diet. Namun, diet ekstrim ini memerlukan pengawasan medis karena berisiko menyebabkan tubuh kekurangan vitamin dan mineral.

Diet pembersih atau diet detoks lemon

Diet ekstrim jenis ini dilarang mengonsumsi makanan padat atau alkohol, hanya diperbolehkan mengonsumsi tiga jenis minuman, yaitu air lemon, air garam, dan teh herbal laksatif. Umumnya diet jenis ini dilakukan selama 10 hari. Tujuan dari diet ini adalah untuk menurunkan berat badan, detoksifikasi sistem pencernaan, serta membuat tubuh lebih segar dan sehat.
Hanya saja, diet ekstrim ini membuat tubuh kekurangan banyak nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, protein, karbohidrat, lemak, dan serat. Diet ini juga berisiko menyebabkan pusing, sakit kepala, diare dan mual. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan diet ini benar-benar mampu menghilangkan racun tubuh.
Mengurangi berat badan memang boleh dilakukan, terutama untuk membuat tubuh lebih bugar. Namun, jangan sampai keinginan tersebut membuat Anda mengabaikan kesehatan tubuh sendiri, misalnya dengan melakukan diet ekstrim. Mintalah saran dokter atau ahli gizi untuk menentukan pola makan yang sesuai kondisi tubuh Anda. Salah satu yang bisa dicoba adalah diet alami tanpa obat.


Sumber :  Alodokter

Senin, 28 Oktober 2019

Dampak Stres pada Wanita yang Harus Diketahui

Dampak Stres pada Wanita yang Harus Diketahui - Alodokter

Sahadewi.Co.Id -  Banyak hal yang bisa memicu stres pada wanita, mulai dari masalah berat badan hingga masalah percintaan. Namun, stres tidak akan menyelesaikan masalah yang kamu hadapi. Stres justru bisa berdampak buruk pada kesehatan mental dan fisikmu.

Stres adalah reaksi yang dihasilkan tubuh saat menghadapi suatu situasi atau peristiwa. Saat mengalami stres, kamu akan merasa napas lebih berat serta peningkatan detak jantung dan tekanan darah.
Banyak dampak yang dapat ditimbulkan stres, baik yang bersifat positif atau negatif. Dampak positifnya adalah stres dapat meningkatkan motivasi kamu untuk menyelesaikan masalah yang memicu stres tersebut. Stres ini tentunya dapat dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan.
Namun, ada pula stres yang bersifat negatif. Stres berat atau stres yang mengganggu kesehatan ini bisa menimbulkan masalah psikologis, seperti depresi dan gangguan cemas, dan gangguan fisik. Karena itu, stres yang menimbulkan masalah kesehatan tersebut perlu segera ditangani.

Berbagai Dampak Stres pada Wanita

Berikut ini adalah beberapa dampak stres pada wanita yang harus kamu waspadai:

1. Siklus menstruasi tidak teratur

Beban pikiran yang terlalu berat ternyata dapat memengaruhi siklus menstruasi. Saat kamu sedang stres, bagian otak yang berfungsi mengatur siklus menstruasi (hipotalamus) akan menjadi terganggu.
Kondisi ini menyebabkan hormon pengatur siklus menstruasi yang dihasilkan menjadi tidak seimbang, sehingga haid menjadi tidak teratur.

2. PMS semakin parah

PMS (Premenstrual syndrome) adalah sekumpulan gejala dan keluhan yang dirasakan wanita menjelang menstruasi. Pada beberapa wanita, gejala ini bisa dirasakan hingga masa menstruasi usai.
Gejala PMS bisa bermacam-macam, mulai dari sakit kepala, nyeri pada payudara, perubahan mood, susah tidur, pencernaan terganggu, hingga perubahan hasrat seksual. Gejala-gejala ini bisa dirasakan semakin berat ketika wanita mengalami stres menjelang masa-masa menstruasi.

3. Masalah psikologis

Ladies, stres jangan dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut, ya. Stres yang tidak teratasi bisa membuat wanita rentan mengalami masalah psikologis, seperti depresi, gangguan cemas, dan mudah emosi. Hal ini tentunya bisa berdampak buruk pada aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.

4. Masalah pada kulit

Selain pikiran, ternyata stres juga dapat berpengaruh pada kondisi kulit. Stres dapat menyebabkan peningkatan produksi hormon kortisol yang bisa memicu produksi minyak berlebih pada kulit.
Selain itu, sering kali wanita lupa atau enggan merawat kulit saat sedang stres. Kedua hal inilah yang dapat memicu munculnya beberapa masalah pada kulit, salah satunya adalah jerawat.

5. Sulit berkonsentrasi

Stres bisa mengganggu perhatian dan fokusmu. Pekerjaan yang biasanya kamu bisa selesaikan dengan cepat, justru dapat memakan waktu lama ketika kamu sedang stres. Selain itu, stres juga membuatmu kehilangan gairah dan semangat untuk bekerja.

6. Gangguan tidur

Stres pada wanita juga bisa memengaruhi pola tidur. Wanita yang sedang mengalami stres cenderung sulit tidur atau sering terbangun secara tiba-tiba di sela waktu tidur.
Hal ini karena stres berlebih bisa membuat beban pikiran menumpuk bahkan menyebabkan tekanan batin, sehingga tubuh tidak bisa beristirahat dengan nyaman. Meski demikian, hal ini tidak mutlak terjadi. Ada juga sebagian wanita yang tidak mengalami gangguan tidur ketika sedang dilanda stres.

Mewaspadai Dampak Stres pada Ibu Hamil

Saat hamil, kamu mungkin merasa mudah khawatir, terutama ketika memikirkan kesehatan janin dalam kandungan. Ditambah lagi dengan banyaknya perubahan yang dilalui selama masa kehamilan, misalnya perubahan bentuk tubuh dan kelalahn karena harus menjalani aktivitas sehari-hari. Kondisi inilah yang bisa memicu kamu mengalami stres saat hamil.
Sebenarnya, stres saat hamil merupakan kondisi yang normal dialami oleh para ibu hamil. Namun, jika stres terjadi secara terus-menerus, maka kondisi ini akan berdampak buruk pada kesehatan janin.
Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah atau bahkan prematur. Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stres saat hamil dengan meningkatnya risiko gangguan tumbuh kembang bayi.

Cara Menangani Stres pada Ibu Hamil

Meski stres adalah kondisi yang umum terjadi, namun kamu harus bisa mengelola stres dengan baik, khususnya bagi kamu yang sedang mengandung. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menangani stresnya, sehingga penting bagimu untuk memahami cara mengatasi stres yang cocok.
Untuk menangani stres, mulailah dengan mencari tahu apa yang membuat kamu stres. Setelah itu, cari cara terbaik untuk menangani stres tersebut sesuai dengan penyebabnya.
Kamu bisa bertukar pikiran dengan orang yang kamu percayai. Ceritakan apa yang membuatmu cemas kepada keluarga atau pasangan. Selain itu, mintalah suamimu untuk selalu mendukungmu selama masa kehamilan. Dengan cara ini, kamu akan merasa lebih baik.
Kamu juga bisa mengalihkan pikiranmu dengan melakukan kegiatan positif, seperti traveling atau berlibur sejenak, hingga mengambil cuti untuk beristirahat dan mengatasi kepenatan yang dirasa membuat stres.
Saat sedang stres, kamu juga dianjurkan untuk rutin berolahraga, seperti yoga untuk ibu hamil, mengonsumsi makanan sehat, dan tidur yang cukup agar kesehatanmu dan janin tetap terjaga.
Jika cara-cara di atas tidak mampu menghilangkan stres yang kamu alami, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Hal ini agar kamu tidak berlarut-larut mengalami stres. Jika sedang hamil, kamu juga bisa berkonsultasi ke dokter kandungan untuk meminta beberapa tips dan saran untuk mengatasi stres yang kamu rasakan ketika hamil.


Sumber : Alodokter

Minggu, 27 Oktober 2019

Jenis Makanan Penyebab Gagal Ginjal yang Perlu Dibatasi

Jenis Makanan Penyebab Gagal Ginjal yang Perlu Dibatasi - Alodokter

Sahadewi.Co.Id - Ada beberapa jenis makanan yang dianggap sebagai makanan penyebab gagal ginjal. Apa saja makanan yang dimaksud? Simak penjelasan berikut agar Anda lebih cermat dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, sehingga terhindar dari risiko gagal ginjal.

Ginjal merupakan salah satu organ utama dalam tubuh manusia. Ginjal memiliki banyak fungsi, di antaranya menyaring darah, membuang limbah atau kotoran sisa metabolisme, mengontrol tekanan darah, dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam darah.
Saat seseorang mengalami gagal ginjal, fungsi-fungsi ginjal tersebut tidak berjalan normal. Gagal ginjal tidak hanya disebabkan oleh suatu penyakit atau gaya hidup yang tidak sehat. Risiko Anda mengalami gagal ginjal juga akan meningkat jika Anda sering mengonsumsi makanan yang diketahui dapat menyebabkan gagal ginjal.

Batasi Konsumsi Makanan Penyebab Gagal Ginjal Ini

Menjaga kesehatan ginjal dapat Anda lakukan dengan membatasi konsumsi makanan-makanan penyebab gagal ginjal berikut ini:

1. Makanan tinggi garam (natrium)

Anda boleh saja mengonsumsi makanan yang mengandung garam (natrium/sodium). Hanya saja, jumlahnya perlu dibatasi, yaitu tidak lebih dari 2000 mg sodium setiap harinya. Batas asupan sodium yang direkomendasikan untuk memelihara kesehatan ginjal tersebut setara dengan 1 hingga 1,5 sendok teh garam per hari.
Ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam, ginjal perlu bekerja lebih keras untuk membuang natrium. Meningkatnya beban kerja ginjal inilah yang dapat merusak ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.
Selain itu, asupan garam atau natrium ini perlu dibatasi karena jika jumlahnya terlalu banyak, bisa menimbulkan tekanan darah tinggi. Jika dibiarkan berkepanjangan, tekanan darah tinggi bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen.
Beberapa makanan tinggi sodium yang perlu Anda batasi adalah makanan olahan, seperti sosis, kornet, dan ikan asin. Saat mengonsumsi makanan olahan, perhatikan kandungan natrium yang tertera pada kemasannya. Jika tersedia, sebaiknya pilih makanan yang berlabel rendah garam atau salt free.

2. Makanan yang mengandung terlalu banyak protein

Protein pada dasarnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya memperbaiki jaringan tubuh, menjaga kesehatan tulang, mengontrol tekanan darah, dan meningkatkan massa otot. Namun jika jumlah yang dikonsumsi melebihi kebutuhan, protein justru berpotensi merusak ginjal.
Saat tubuh mendapat asupan protein dari makanan, protein tersebut akan diolah melalui proses metabolisme. Proses ini akan menghasilkan zat sisa atau limbah yang nantinya akan dibuang dari dalam tubuh oleh ginjal.
Mengonsumsi terlalu banyak makanan berprotein tinggi akan membuat beban kerja ginjal meningkat karena harus membuang lebih banyak zat sisa metabolisme protein. Inilah yang menjadikan salah satu alasan mengapa penderita penyakit ginjal, seperti gagal ginjal, perlu membatasi asupan protein.
Rekomendasi asupan protein harian yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 55-60 gr per hari. Makanan yang mengandung protein tinggi antara lain daging, ikan, kacang-kacangan, telur, serta susu dan olahannya, seperti yoghurt dan keju.

3. Makanan tinggi gula

Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dapat menyebabkan kadar gula darah tinggi. Jika kebiasaan ini tidak dihentikan, gula darah yang tinggi ini lama-kelamaan dapat menyebabkan insulin sulit bekerja. Akibatnya, Anda bisa mengalami diabetes.
Jika sudah mengalami diabetes, terlebih jika kadar gula darah cenderung tidak terkontrol, dapat muncul komplikasi pada ginjal yang disebut nefropati diabetik. Inilah alasan mengapa kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dapat menyebabkan kerusakan ginjal.
Oleh karena itu, mulailah batasi konsumsi makanan yang mengandung gula. Beberapa makanan tinggi gula yang mungkin sering Anda temui adalah kecap manis, permen, cokelat, es krim, dan sereal.

4. Makanan tinggi fosfor

Fosfor sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan tulang. Akan tetapi, jumlah konsumsinya harus diperhatikan, sebab beberapa penelitian menyatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak fosfor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ginjal.
Konsumsi fosfor sebaiknya tidak lebih dari 1000 mg per hari. Jika Anda mengonsumsi fosfor lebih banyak dari itu, bukan hanya penyakit ginjal yang mengintai Anda, tapi juga penyakit jantung dan perlemahan tulang.
Makanan yang perlu dibatasi karena mengandung tinggi fosfor adalah:
  • Dark chocolate.
  • Susu serta produk olahannya, seperti keju.
  • Ikan laut.
  • Daging dan jeroan.
  • Sayuran, terutama bayam, kangkung, dan lobak.
  • Kacang-kacangan.

Hal Lain yang Perlu Dilakukan untuk Mencegah Gagal Ginjal

Selain membatasi konsumsi makanan di atas, ada beberapa hal lain yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari gagal ginjal, yaitu:
  • Minum banyak air putih, setidaknya 8 gelas sehari.
  • Hindari merokok dan batasi minuman beralkohol.
  • Konsumsi makanan yang baik untuk ginjal, seperti apel, bawang, dan nanas.
  • Lakukan olahraga dengan rutin.
  • Hindari kebiasaan menahan pipis.
  • Hindari mengonsumsi obat-obatan, jamu, atau suplemen dalam jangka panjang, apalagi jika di luar anjuran
Anda juga perlu memeriksakan diri secara rutin ke dokter ginjal jika Anda memiliki risiko untuk terkena gangguan ginjal, misalnya jika Anda menderita hipertensi atau diabetes.
Dengan begitu, dokter dapat menjelaskan upaya apa saja yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal, sekaligus mendeteksi sejak dini jika ada masalah pada ginjal Anda, sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.
Makanan penyebab gagal ginjal umumnya dapat menimbulkan gangguan pada ginjal jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Oleh karena itu, perhatikan baik-baik jenis dan jumlah makanan yang Anda konsumsi. Bila perlu, konsultasikan dengan dokter mengenai jenis makanan yang harus Anda hindari dan batasi, sesuai kondisi Anda.


Sumber : Alodokter

6 Jenis Buah untuk Menurunkan Berat Badan Ini Patut Dicoba

6 Jenis Buah untuk Menurunkan Berat Badan Ini Patut Dicoba - Alodokter

Sahadewi.Co.Id - Buah mengandung banyak manfaat bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin. Salah satunya adalah membantu penurunan berat badan. Kenali apa saja jenis buah yang dapat menurunkan berat badan.

Salah satu alasan buah bisa membantu menurunkan berat badan adalah karena kandungan seratnya. Mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti buah bisa membuat Anda kenyang lebih lama. Selain itu, kandungan lemak dan kalori pada buah pun terbilang rendah.

Aneka Buah untuk Menurunkan Berat Badan

Berikut adalah aneka buah yang dapat Anda konsumsi untuk menurunkan berat badan:

1. Jeruk bali

Jeruk bali merupakan salah satu pilihan buah untuk menurunkan berat badan. Hal ini karena kandungan kalori di buah ini tergolong rendah, sehingga cocok dikonsumsi bagi Anda yang sedang menjalani program diet. Selain itu, kandungan air di jeruk bali mencapai 90%, sehingga membuat Anda cepat kenyang dan dapat menekan rasa lapar.

2. Apel

Buah lain yang bisa Anda konsumsi untuk menurunkan berat badan adalah apel. Selain tinggi serat dan rendah kalori, apel juga mengandung senyawa pektin yang mampu memperlambat proses pencernaan, sehingga Anda dapat merasa kenyang lebih lama.
Saat mengonsumsi apel, Anda dianjurkan memakannya bersama dengan kulitnya. Ini bertujuan agar kandungan serat di kulit apel tidak terbuang sia-sia.

3. Alpukat

Menurut sebuah penelitian, seseorang yang rutin mengonsumsi alpukat akan mengalami penurunan berat badan secara signifikan dan memiliki lingkar pinggang yang lebih kecil.
Studi lain menemukan bahwa mengonsumsi alpukat dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Ini dikarenakan asam oleat yang terkandung di dalamnya mampu menekan rasa lapar. Namun ingat, jangan mengonsumsi alpukat dengan bahan tambahan yang tinggi kalori, seperti gula, susu kental manis, sirop, atau coklat.

4. Jeruk  

Buah yang tinggi kandungan vitamin C ini bisa Anda konsumsi untuk menurunkan berat badan. Tak hanya tinggi vitamin C, jeruk juga kaya akan kandungan serat alami. Kandungan serat ini bisa membuat Anda tidak cepat merasa lapar usai mengonsumsinya.

5. Pir

Mirip seperti apel, buah pir juga kaya akan kandungan serat dan rendah kalori. Mengonsumsi tiga buah pir setiap hari dapat menekan keinginan untuk makan lebih banyak, sehingga Anda bisa membatasi asupan kalori. Sama seperti apel, mengonsumsi buah pir sebaiknya bersama dengan kulitnya.

6. Pisang

Meski cukup tinggi kalori dibandingkan buah lainnya, kandungan serat yang tinggi pada pisang dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Hal ini karena serat mampu membuat Anda cepat kenyang dan merasa kenyang lebih lama. Mengonsumsi dua buah pisang berukuran sedang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan serat harian Anda.
Meski beberapa jenis buah dapat membantu mencapai berat badan ideal, namun bukan berarti Anda bisa mengandalkan buah penurun berat badan saja. Terapkan juga gaya hidup yang sehat, seperti menghindari makanan tinggi kalori, membatasi konsumsi gula, memperbanyak minum air putih, dan rutin berolahraga.
Bila Anda mengalami kesulitan menurunkan berat badan meski sudah melakukan hal-hal tersebut, cobalah berkonsultasi dengan dokter gizi untuk mendapatkan program penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi Anda.


Sumber : Alodokter

Sabtu, 26 Oktober 2019

Manfaat Omega-3: Mitos atau Fakta?

Manfaat Omega-3: Mitos atau Fakta? - Alodokter

Sahadewi.Co.Id - Omega-3 sering disebut sebagai bahan super yang kaya dengan manfaat. Sehingga banyak perusahaan obat dan suplemen di pasaran yang mengklaim bahwa produknya mengandung omega-3, kemudian dijual dengan harga mahal. Hanya saja tidak semua hal yang diklaim sebagai manfaat omega-3 tersebut telah teruji secara klinis.

Minyak ikan yang dijual di pasaran umumnya mengandung dua jenis omega 3, yaitu asam dokosaheksaenoat (DHA) dan asam eikosapentanoat (EPA). Selain dua zat tersebut, dikenal pula asam alfa-linolenat (ALA) yang akan diproses tubuh menjadi asam lemak omega-3. Selain dari suplemen minyak ikan, omega-3 juga dapat diperoleh dari kuning telur, makanan laut (seperti kepiting dan ikan), dan beberapa jenis minyak sayur, kacang-kacangan dan biji-bijian. Asupan makanan tersebut banyak dikonsumsi pada pola makan khusus yang disebut diet Mediterania.
Menguak Fakta Manfaat Omega-3
Bahan makanan dan suplemen yang mengandung omega-3 sering dipercaya menjadi sumber yang membantu melawan gangguan kesehatan, seperti penyakit jantung, mencegah demensia, serta berperan penting dalam perkembangan janin.
Namun beberapa penelitian yang menyimpulkan hal di atas, tidak dijalankan dengan mekanisme yang tepat. Misalnya jumlah sampel yang tidak memenuhi syarat dan waktu pengamatan yang terlalu singkat.
Berikut ini adalah beberapa klaim dan fakta mengenai omega-3.
  • Mengurangi risiko penyakit kardiovaskular
Serangkaian penelitian menemukan, kaitan konsumsi ikan yang mengandung minyak ikan tinggi, memang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, serta mengurangi risiko stroke. Selain itu, konsumsi bahan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 secara rutin dapat membantu mengurangi kadar trigliserida dalam darah.
  • Mengurangi risiko kanker
Belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa omega-3 dapat mengurangi risiko kanker. Sebuah penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya. Konsumsi suplemen omega-3 justru meningkatkan risiko kanker prostat mencapai 70 persen.  Penelitian lain belum dapat memastikan konsumsi suplemen omega-3 benar-benar dapat bermanfaat bagi pengidap kanker stadium lanjut atau tidak, terutama dalam meningkatkan nafsu makan dan membantu menaikkan berat badan.
  • Membantu mencegah demensia
Demensia atau gangguan daya ingat, daya berpikir, dan cara berperilaku diklaim dapat dicegah dengan bantuan konsumsi omega-3. Namun faktanya penelitian menemukan bahwa konsumsi suplemen omega-3 ternyata tidak mendatangkan manfaat tersebut pada lansia. Penelitian lain juga menemukan bahwa omega-3 tidak memberikan efek signifikan terhadap daya ingat dan daya kognitif.
  • Menjaga kesehatan indera penglihatan
Penelitian pada tahun 2010 menemukan bahwa mengonsumsi ikan yang berkadar minyak tinggi setidaknya dua kali dalam seminggu dapat mengurangi risiko degenerasi makula (daerah di belakang retina) karena faktor usia. Meski demikian, bukti penelitian ini masih perlu dikaji lebih lanjut.
  • Meredakan peradangan pada artritis
Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi minyak ikan secara teratur selama 3 bulan dapat mengurangi nyeri sendi pada penderita artritis.  Selain itu, konsumsi minyak ikan juga ditengarai mampu berdampak terhadap system kekebalan tubuh penderita rheumatoid arthritis. Hanya saja, perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait hal ini.
  • Mengurangi risiko depresi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi gejala depresi pada wanita. Namun, seberapa signifikan efeknya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Risiko di Balik Omega-3

Selain sebagian klaim yang ternyata belum terbukti kuat, konsumsi omega-3 sebenarnya juga mengundang risiko sebagai berikut:
  • Konsumsi omega-3 dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke hemoragik, yaitu pembuluh darah pecah di dalam otak.
  • Seseorang yang berisiko terkena kanker usus besar harus membatasi konsumsi omega-3 atau minyak ikan secara hati-hati. Sebab, konsumsi yang berlebih dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar.
  • Konsumsi omega-3 dalam jumlah besar dapat memicu terjadi toksisitas vitamin A dan D.
  • Bayi, wanita hamil, dan menyusui, disarankan untuk membatasi konsumsi ikan yang mengandung omega-3. Sebab, kandungan merkuri di dalam ikan tersebut bisa membahayakan kesehatan. Untuk mendapatkan manfaat dari konsumsi ikan yang mengandung omega-3, lebih disarankan untuk mengonsumsi ikan kakap merah, marlin dan tuna segar.
Secara umum, omega-3 memang memiliki sejumlah manfaat yang menyehatkan tubuh. Namun tidak semua khasiat yang sering dipublikasikan benar adanya. Lebih baik memperoleh omega-3 dari bahan makanan alami dengan kadar yang tidak berlebihan. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai konsumsi suplemen omega-3, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan khusus.


Sumber : Alodokter

Warta.tv

iToday.co

SandiHartono.Com

Sahadewi.com

Sandi.co

Tribunnews.com

SUARAMERDEKA.com

METROTVnews.com

Republika Online RSS Feed

ANTARA News - Berita Terkini

news.detik

The Jakarta Post

Pikiran Rakyat

okezone.com

JPNN.COM

Poskota News

Suara.com

SINDOnews

Joglo Pos

BBC News Indonesia - Berita

SWA.co.id

Waspada Online